PT. Gaido Azza Darussalam Indonesia


  

You are here: Home Produk & Jasa Kabar Berita

Kebijakan Umrah dan Haji Khusus Tahun 2013

Kebijakan Umrah dan Haji Khusus Tahun 2013


Musyawarah Besar (MUBES) 2
Himpunan Penyelenggaran Haji dan Umrah Indonesia (HIMPUH)
Denpasar, 10 Desember 2012

Oleh : Dr. Anggito Abimanyu
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama RI
 
Pembukaan
Penyelenggaraan haji 1433H atau 2012 telah berlangsung dengan lancar dari sisi ibadah dan pelayanan secara umum. Semua jamaah haji yang diberangkatkan ke Saudi Arabia dapat menyelesaikan semua rukun dan wajib haji, termasuk melakukan safari wukuf bagi mereka yang sakit dan membadalhajikan bagi mereka yang wafat sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah. Jumlah jemaah meninggal dan sakit lebih sedikit, kelancaran proses haji di Armina, transportasi dari dan ke tanah air maupun selama di Saudi lebih lancar, pelayanan makanan dan perumahan lebih baik pula. Hal-hal yang menonjol untuk masalah haji pada tahun 2012M adalah masalah keterlambatan persetujuan BPIH, ribuan jemaah batal berangkat, 16 PIHK memanfaatkan dana jamaah, on time performance penerbangan belum optimal, pelayanan embarkasi Jeddah khususnya gelombang kedua masih lambat, dan masih terdapat jemaah non-quota yang mengganggu pelayanan jemaah quota
 
Kebijakan Haji Khusus dan Umroh
  • Jemaah Umrah tahun 2012 berjumlah kurang lebih 500 ribu dan merupakan pencapaian tertinggi selama ini. Pemerintah Saudi Arabia telah memberlakukan quota harian Umrah khususnya pada bulan Ramadhan. Menurut beberapa studi, jumlah peminat Umrah di Indonesia dapat meningkat 1,5 kali lipat jika tersedia jumlah penerbangan yang memadai. Dengan belajar dari Malaysia jumlah peminat Umrah Indonesia bisa mencapai 1 juta orang per tahun ketika pendapatan perkapita telah mencapai USD 2500.
  • Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus adalah Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dilaksanakan oleh PIHK dengan pengelolaan, pembiayaan, dan pelayanannya bersifat khusus.
  • Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, yang selanjutnya disebut PIHK, adalah biro perjalanan yang telah mendapat izin Menteri untuk menyelenggarakan Ibadah Haji Khusus.
  • Ibadah Umrah adalah umrah yang dilaksanakan di luar musim haji.
  • Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, yang selanjutnya disebut PPIU, adalah biro perjalanan wisata yang telah mendapat izin dari Menteri untuk menyelenggarakan perjalanan Ibadah Umrah.

Payung Hukum Kebijakan
  • PP nomor 79 tahun Oktober 2012 mengenai Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta PMA 15 November tahun 2012 mengenai Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus keduanya merupakan payung hukum pelayanan haji khusus dan umrah.
  • Dalam PMA Haji Khusus telah secara nyata-nyata diakui keberadaan asosiasi “Asosiasi PIHK adalah perkumpulan yang mengkordinasikan PIHK” dengan tugas sebagai mitra Kemenag dalam hal tanggung jawab dan pengawasan PIHK.

Kebijakan Haji Khusus dan Umroh Tahun 2013
  • Pertama, Perbaikan mekanisme pendaftaran dan pengisian kuota sesuai dengan nomor urut di masing-masing PIHK dan pengaturan jamaah prioritas Lansia.
  • Kedua, Dalam hal dilakukan batal ganti atau batal tunda jamaah maka akan menjadi kuota Menteri namun dapat dikembalikan ke PIHK yang bersangkutan apabila menunjukkan bukti kontrak pelayanan arab saudi.
  • Ketiga, Larangan bagi jamaah haji menggunakan dana talangan perbankan dan MLM yang akan diatur dalam PMA kriteria Bank Penerima Setoran (BPS).
  • Keempat, pengenaan sangsi bagi PIHK dan PPIU yang mentelantarkan jamaah, khususnya memanfaatkan dana jamaah untuk keperluan pribadi dan perusahaan.
  • Kelima, mempercepat proses perijinan dan perpanjangan PIHK dan PPIU dari 2 bulan menjadi 2 minggu setelah persyaratan lengkap.
  • Keenam, memastikan tersedianya petugas kesehatan, pembimbing dan pengurus termasuk kepada PIHK yang menggabung.
  • Ketuju, mengkaji besaran setoran awal minimal dan cara pembayaran yang memadai dan pasti.
  • Kedelapan, melakukan pengawasan bersama antara Kemenag dan PIHK terhadap  kinerja, tata kelola dan standar pelayanan PIHK dan PPIU.
  • Kesembilan, menyediakan jasa layanan perbankan dan telekomunikasi terjangkau bagi jamaah bersama dengan swasta.
  • Kesepuluh, mensinergikan pelayanan penerbangan untuk haji dan umra sehingga dapat dilakukan efisiensi biaya penerbangan, khususnya penerbangan haji.
  • Kesebelas, melaksanakan akreditasi dengan mengklasifikasikan  status PIHK kelas A, B,  C dan D untuk memacu peningkatan kinerja PIHK dan melindungi calon jamaah haji. 

Harapan Untk HIMPUH
  • Pertama, Mengkaji jumlah optimal PIHK dan PPIU resmi bersama dengan asosiasi yang lainnya.
  • Kedua, Merevitalisasi peran yang lebih optimal kedepan dalam hal masukan kebijakan kemenag, dan menciptakan kemandirian dengan tata kelola yang profesional.
  • Ketiga, Memanfaatkan sarana Asrama Haji Kemenag yang sedang dan akan di revitaliasasi pada tahun 2013 yakni Aceh, Pondok Gede, Makasar, Jogjakarta dan Surabaya.
  • Keempat, Menyarankan Besaran Dana setoran Awal dan Sistem Pembayaran Jamaah 2013.
  • Kelima, Meningkatkan pengawasan yang efektif dan profesional bersama Kemenag bagi PIHK.
  • Keenam, Menjaga kredibilitas dan keutuhan PIHK dan PPIU yang resmi terdaftar dan mensosialisasikan bersama Kemenag agar masyarakat tidak tertipu iming-iming PIHK dan PPIU ilegal.

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 30 Desember 2012 23:26
 

Kementrian Agama RI Siapkan Sanksi Penyelenggara MLM Haji dan Umroh

DENPASAR--MICOM: Pencabutan sertifikasi penyelenggaraan multi level marketing (MLM) haji dan umrah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada PT Arminareka dan MPM, diikuti dengan Kemenag yang menyatakan akan memberikan sanksi kepada dua perusahaan tersebut.

Pasalnya, ditengarai kedua penyelenggara MLM itu masih melakukan pembukaan pendaftaran kepada calon jemaah haji dan umrah. "Kita akan menindaklanjuti keputusan MUI dan akan memberi sanksi kepada kedua perusahaan penyelenggara MLM. Kita akan pelajari pelanggaran mereka, sanksi yang kami berikan bisa mulai dari yang ringan berupa teguran hingga penutupan atau pencabutan izin," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu disela sela Musyawarah Besar (Mubes) kedua, Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji (Himpuh), Sanur, Bali, Senin (10/12).
 
Anggito menyatakan akan mencabut PIN atau surat izin usaha Penyelenggara Haji Ibadah Khusus (PIHK) dan Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) yang terbukti melakukan pelanggaran dalam MLM tersebut.Kepada jemaah yang terlanjur terdaftar di perusahaan MLM itu akan diupayakan perlindungan pada setoran yang telah dilakukan. "Kita akan lakukan pendataan agar dana jemaah yang telah disetor pada MLM haji umrah dapat terselamatkan," tegasnya.

Anggito menghimbau kepada masyarakat agar tidak lagi tertipu mendaftar haji dan umrah melalui MLM,"Kami menghimbau masyarakat tidak tertipu pada perusahaan haji atau umrah dengan cara MLM itu," tandasnya.

Menurut Guru Besar UGM ini data sementara yang ia temukan diperkirakan calon jemaah haji dan umrah yang telah mendaftar mencapai ratusan ribu orang. (Bay/OL-2)
 
Sumber : Media Indonesia
Penulis : Syarief Oebaidillah
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 30 Desember 2012 23:25
 

HIMPUH Tuntut Pemerintah Tindak Tegas MLM Haji dan Umroh

DENPASAR--MICOM : Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad mendesak pemerintah khususnya Kemenag dan Kepolisian untuk segera bertindak memberi sanksi penyelenggara MLM haji dan umrah.

"Kenyataannya keputusan MUI terhadap perusahaan yang dicabut sertifikasi MLM nya masih melakukan pembukaan pendaftaran. Ini tidak bisa dibiarkan karena jelas akan merugikan masyarakat luas," tegas Baluki, Senin (10/12). Baluki menegaskan Himpuh akan mengawal keputusan MUI tersebut, sebab selain PT Arminareka dan MPM diduga banyak perusahaan lain berupa agen-agen dibawah kendali kedua perusahaan itu membuka pendaftaran ibadah umrah dan haji.

Terkait acara Mubes kedua Himpuh,Anggito menambahkan pihaknya berharap Himpuh bersama organisasi haji dan umrah lainnya dapat berperan lebih besar dalam menatalaksana pelayanan haji dan umrah di luar pelayaran haji reguler yang dikelola pemerintah.

"Kami berharap Himpuh mampu membantu pemerintah membereskan masalah penyelenggara haji atau umrah yang nakal.Dari Mubes Himpuh kita berharap juga masukan yang konstruktif ke depan dalam pelayanan ibadah ini.Kita juga ingin Himpuh dan organisasi haji umrah lainnya lebih mandiri dan tidak selalu tergantung pada pemerintah," cetus Anggito. (Bay/OL-2).
 
Sumber : Media Indonesia
Penulis : Syarief Oebaidillah
 
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 30 Desember 2012 23:25
   
Rumah Sakit Indonesia Yang Tidak Luput Dari Gempuran Tentara Israel

Lika Liku Perjalanan MER-C Membangun Rumah Sakit Indonesia

Sabtu/27 Desember 2008, Israel memulai gempuran dasyat pertamanya ke Jalur Gaza. Kamis/1 Januari 2009, Tim Medis MER-C bersama dengan tim Pemerintah RI berangkat ke Gaza guna menyalurkan bantuan kepada para korban . Akibat agresi Israel selama 22 hari, jumlah syahid tercatat 1.366 orang yang terdiri dari 437 anak-anak, 110 wanita dan 123 lansia. Sementara jumlah cidera tercatat 5.650 orang (Data dari Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza)
 
Setelah menunggu selama dua pekan di perbatasan, pada tanggal 17 Januari 2009 Tim MER-C baru berhasil memasuki Jalur Gaza. Ketika itu, wilayah Gaza masih dalam keadaan puncak serangan. Pada fase emergency setelah Israel memuntahkan rudal dan bomnya ke wilayah Gaza Palestina, selain mengirimkan relawan medis sebagai Tim Bedah untuk membantu para korban agresi, MER-C juga menyalurkan amanah dana dari masyarakat Indonesia berupa bantuan obat-obatan dan mobil ambulans.

Selama sepekan berada di RS Asy Syifa, Gaza City, Tim MER-C masih banyak menemui korban-korban agresi dengan luka (trauma) berat bahkan harus kehilangan anggota tubuhnya akibat bom dan rudal Israel yang membabi-buta. Tim MER-C juga melihat bahwa RS di Gaza kewalahan menampung korban agresi yang begitu banyak, terlebih lagi wilayah gaza utara yang berbatasan langsung dengan Israel. Sebagai sebuah wilayah perang, Gaza juga hanya memiliki 1 RS Rehabilitasi, yang tidak luput dari serangan Israel.  

MER-C Tanda Tangani MOU Pembangunan RS Indonesia dengan Menkes palestina di Gaza.

Jum’at/23 januari 2009, melihat kebutuhan akan sarana kesehatan khususnya yang berfokus pada Trauma dan Rehabilitasi serta jumlah donasi dari masyarakat Indonesia yang cukup besar kala itu, maka Tim MER-C didampingi sejumlah wartawan dari Indonesia bertemu dengan Menkesa palestina di Gaza, dr. Bassim Naim. Pada kesempatan yang langka tersebut, dimanfaatkan Tim MER-C untuk menyampaikan rencana pembangunan RS Indonesia (RSI) di Jalur gaza.

Rencana ini disambut sangat baik. Atas nama rakyat Indonesia yang diwakili oleh dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT dan atas nama rakyat Gaza yang diwakili oleh dr. Bassim Naim melakukan penandatanganan MOU Pembangunan RSI di Gaza. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Drs. HM. Mursalin (Forum Umat Islam), Ir. Hanibal WY Wijayanta (Jurnalis ANTV), Andi Jauhari (Jurnalis ANTARA) dan para ulama Gaza.  

Keberadaan RSI ini diharapkan bias membantu menangani pasien-pasien yang mengalami trauma fisik dan merehabilitasi mereka sehingga mereka bisa mandiri dan beraktifitas kembali.  

Mengapa Dinamakan RS Indonesia..?

Satu, Karena seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia.

Dua, Rumah sakit ini kita harapkan bisa menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

Tiga, dengan nama dan keberadaan RS ini kita ingin memberi pesan bahwa di tanah Palestina ada aset dan sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.  

Lika-liku Program RS Indonesia.

2 Februari 2009 :

Pasca penandatanganan MOU, Tim I MER-C kembali ke tanah air dan menyampaikan rencana Pembangunan RSI kepada Menkes RS saat itu, DR. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP(K).

Januari – Mei 2009 :

MER-C menugaskan Tim ke – II untuk menindaklanjuti MOU RSI. Selama 4 bulan melakukan assessment dan koordinasi dengan berbagai pihak di Gaza, 3 Mei 2009, MER-C mendapat surat tanah wakaf untuk RSI dari PM Palestina Ismail haniya.

Mei 2010 :

Selama 1 tahun tak kunjung mendapat izin masuk Gaza, MER-C bersama aktifis dari berbagai Negara mengikuti Misi Freedom Flotilla (Armada Pembebasan Gaza) dengan menaiki kapal milik organisasi IHH Turki bernama “Mavi Marmara”.

31 Mei 2010, terjadi insiden penyerangan kapal “Mavi Marmara” oleh tentara Israel yang menyebabkan 9 aktifis meninggal dunia dan puluhan luka-luka. Aklitis lain, termasuk Tim MER-C ditangkap dan ditahan oleh Israel. Harapan menginjak kaki di tanah Gaza untuk melanjutkan program RSI pun pupus.

Juli 2010 :

Tekanan dunia Internasional yang besar pasca insiden penyerangan “Mavi Marmara” membuat pintu perbatasan menuju Gaza menjadi “agak longgar”. Juli 2010, Tim MER-C dengan sejumlah media akhirnya bias kembali masuk ke Jalur Gaza.

Juli 2010 :

Tim MER-C yang terdiri dari dokter dan insinyur menjelaskan disain RSI kepada Perdana Menteri Palestina (Ismail Haniyah) dan Menkes Palestina di Gaza (dr. Bassim Naim).

Agustus 2010 :

Cabang MER-C di Gaza dibuka dan mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah setempat. Pengakuan ini diberikan bertepatan dengan acara peringatan HUT RI ke-65 yang merupakan HUT RI pertama kalinya diselenggarakan di Jalur gaza.  

8 – 10 Agustus 2010 :

Tim MER-C melakukan Soil Investigation Test terhadapat tanah wakaf RSI bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Islam gaza. Tes ini kemudian diikuti dengan survey lahan lebih lanjut untuk mendapatkan data kontur topografi tanah.

9 Desember 2010 – 6 Januari 2011 :

Upaya untuk menembus dan membuka blockade Gaza terus berlanjut. Kini masyarakat Asia yang tergabung dalam “Asian People’s Solidarity for Palestine” melakukan konvoi “Asian Solidary Caravan for Gaza” pada 2 Des 2010 – 6 Jan 2011 yang diikuti 160 aktifis dari 13 negara di Asia. Indonesia turut mengirimkan delegasinya yang terdiri dari 11 aktifis dan 2 jurnalis yang berasal dari MER-C, Voice of Palestine (VOP), Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dan Aqsa Working Group (AWG).

Sempat terkendala izin untuk masuk ke Gaza, akhirnya konvoi ini berhasil mencapai Gaza pada 2 Januari 2011. Dua relawan MER-C di Gaza, yaitu Abdillah Onim dan Ir. Nur Ikhwan Abadi turut menyambut kedatangan konvoi ini.

Sebanyak 5 relawan dari AWG/Pesantren Al Fatah, kemudian memutuskan untuk menetap di Gaza guna membantu program pembangunan RSI di jalur Gaza. Kesempatan memasuki Gaza juga dimanfaatkan oleh dua relawan HASI untuk melakukan survey lebih lanjut mengenai Unit bank Darah (Blood Bank Unit) yang akan melengkapi RSI.

Dengan bertambahnya 5 relawan, jumlah keseluruhan relawan Indonesia yang bertugas di Gaza untuk mengawal program Pembangunan RSI menjadi 7 orang, yaitu : Abdillah Onim, Ir. Nur Ikhwan Abadi, Ir. Edy Wahyudi, Ir. Ahmad Fauzi, Abdurrahman, Darusman dan Muhammad Husein.

Februari – April 2011 :

Setelah data tanah lengkap dan seluruh disain RSI disetujui oleh Kemenkes Gaza, maka sesuai dengan prosedur dari Pemerintahan Palestina di Gaza, pada tanggal 2-3 Februari 2011 MER-C memasang iklan pengumuman tender pembangunan tahap 1 (Satu) untuk struktur RSI di Koran lokal, Felesteen. Lima kontraktor papan atas Gaza terpilih untuk mengikuti tender ini.

20 April – 20 Mei 2011 :

Tim Konstruksi MER-C yang diketuai oleh Ir. Faried Thalib berangkat ke Gaza untuk menentukan pemenang tender dan melakukan kontak dengan pemenang tender. Namun hingga 1 (satu) bulan di Mesir, Tim MER-C tidak kunjung mendapat izin masuk ke Gaza. Proses penentuan pemenang tender pun dilakukan melalui telekonferens antara Tim MER-C di Mesir, Tim MER-C di Gaza dan para kontraktor di Gaza.

28 April 2011, kontraktor First Company ditetapkan sebagai pemenang tender pembangunan tahap 1 (satu) untuk struktur RSI.

Pembangunan RSI pun Dimulai.

14 Mei 2011 :

Pembangunan struktur RSI dimulai. Pembangunan struktur akan memakan waktu 9 bulan, yang kemudian akan diikuti dengan pembangunan arsitektur dan ME (Mechanical Electrical).

Dalam program ini, MER-C turut di bantu oleh Pesantren Al fatah Cileungsi yang menyediakan SDM-SDM relawan yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.

Sementara itu, Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) juga akan melengkapi bangunan RSI dengan Unit Bank Darah (Blood Bank Unit)  
                                       
12 – 24 November 2011, Tiga relawan insinyur MER-C yang di pimpin oleh Ir. Faried Thalib (Ketua Divisi Konstruksi) berangkat ke Gaza untuk melakukan supervise langsung pembangunan struktur RSi. Tim ini sekaligus melakukan survey ketersediaan material untuk pembangunan tahap 2, yaitu Arsitektur dan ME (Mechanical Electrical).

28 April 2012 : Alhamdulillah, atas doa dan dukungan rakyat Indonesia, pembangunan tahap 1 (struktur) RSi yang terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement ditambah 1 lantai area tengah (middle area) telah selesai 100%.

Selanjutnya akan dilakukan pembangunan tahap 2 berupa pekerjaan Arsitektur dan ME (Mechanical Electrical) rumah sakit. Pekerjaan tahap ini akan melibatkan lebih banyak relawan dari Indonesia karena pekerjaan arsitektur & ME seluruhnya akan dilakukan oleh putra-putra bangsa.

Apa Kata Mereka Tentang RSI di Gaza.


“Terima kasih rakyat Indonesia atas bantuan Rumah Sakit yang saat ini sedang dibangun. Wahai rakyat Gaza Palestina yang tercinta, jangan pernah bersedih karena di belakang kalian ada rakyat Indonesia.”

– Ismail haniyah, PM Palestina


“Lokasi ini (Bayt Lahiyah, Gaza Utara) tepat apabila dibangun sebuah rumah sakit mengingat posisinya yang berdekatan dengan penjajah Israel, saat perang korban terbanyak di daerah Gaza Utara ini. Kami lihat rumah sakit ini cantik berbentuk segi 8, secantik hati rakyat Indonesia yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudaranya di Gaza Palestina. Dengan segenap kesungguhan kita bersama, insya Allah akan menjadi washilah dan penyebab tercapainya pembebasan Masjidil Aqsha dan kemerdekaan Palestina.”

– dr. Bassim Naim, Menteri Kesehatan Palestina di Gaza
 

“Disain Rumah Sakitnya sangat indah. Rumah Sakit terindah di kota Gaza. Disainnya berkolaborasi dengan Kubah Shakra.”

– Jamila Shanti, Menteri Urusan Wanita Palestina di Gaza

“Proyek ini (Rumah Sakit) merupakan wujud kerja keras dan kerja sama yang sangat luar biasa. Seperti inilah hasilnya jika kita bekerjasama saling menopang dan melibatkan semua elemen yang ada di Jalur Gaza. RS Indonesia sebagai sebuah amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina akan menjadi salah satu RS terbesar di Jalur Gaza bahkan di seluruh wilayah Palestina. RS Indonesia juga akan menjadi RS utama di wilayah Gaza bagian Utara.”

– DR. Naji Sarhan, Wakil Menteri PU Palestina di Gaza  

Deskripsi RS Indonesia.

Tipe RS          : Trauma Center & Rehabilitation
Lokasi RS        : Bayt Lahiya, Gaza Utara
Status Tanah  : Wakaf dari Pemerintah Palestina
Luas tanah      : 16.261 m2
Kapasitas RS    : 100 tempat tidur

Berdasarkan kebutuhan dan permintaan langsung dari Pemerintah palestina di Gaza pada bulan Juli 2010, maka bangunan RS Indonesia yang semula hanya terdiri dari 2 (dua) lantai, maka sekarang di tambah dengan 1 (satu) lantai basement.  
 
Salurkan Dukungan & Bantuan Anda, Melalui Rekening Dibawah Ini :
 

Bank Syariah Mandiri (BSM), cabang Kramat
Acc. No. 700.1352.061
 
Bank Central Asia (BCA), cabang Kwitang
Acc. No. 686.0153678

Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
 
Sumber : mer-c.org 
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 21 November 2012 15:07
 
Tentara Israel Laknatullah Telah Memborbardir Rumah Sakit Indonesia

Krisis Obat-obatan Di Jalur Gaza

Berita terakhir dari Gaza.
WHO mengumumkan bahwa Rumah Sakit di Gaza mengalami krisis obat dan sangat membutuhkan dana. Banyak tindakan pengobatan, termasuk operasi yg tak dapat dilakukan karena minimnya obat (sumber info : Radio Rasil 720 AM, 18/11/12, 16.20 WiB). ini adalah kejahatan kemanusiaan.. Untuk itu, melalui website ini, marilah kita saling mengajak untuk menyumbangkan sebagian rezeki  bagi saudara-saudara kita di Gaza, bisa melalui Rekening (MER-C) dibawah ini :
BCA : 686-015-3678
Bank Syariah Mandiri : 700-135-2061
Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee 
MER-C juga membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang sekarang-pun mendapat gempuran dari Israel. Sumbangan sebesar Rp 20.000,- pun tak mengapa. Semoga bantuan kita mendapat Ridho Allah dan bisa sedikit membantu perjuangan mereka Amiin...  Untuk konfirmasi berita dan nomer rekening donasi, silahkan kunjungi Website resmi MER-C di http://www.mer-c.org. Tim Redaksi kami-pun sudah memverifikasi, bahwa rekening tersebut benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
MER-C akan menyalurkan donasi Anda sesuai dengan amanahnya.

Kirimkan bukti transfer via fax ke 021-3159256 atau email ke Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya dengan mencantumkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon agar kami dapat mengirimkan bukti tanda terima dana kepada Anda.

Terima kasih atas bantuan dan kepercayaan Anda yang telah menyalurkan donasi melalui lembaga MER-C.
 
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 30 Desember 2012 23:49